Film horor yang ditunggu-tunggu insan perfilman tanah air, kini sudah rilis di bioskop pada tanggal 3 September kemarin. Dengan membawa judul Autopsy: Dead Body Can Talk, film ini mengisahkan perjalanan Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti selama mengemban pekerjaannya sebagai dokter forensik Polri. Karena disadur pengalaman nyata, maka film ini sudah direspon secara antusias oleh publik sejak hari pertama penayangannya. Apalagi dengan hadirnya beberapa sponsor yang turut mensukseskan film tersebut, salah satunya adalah Jingga Bag Konveksi.
Jingga Bag Konveksi turut mensponsori produksi film tersebut karena meyakini bahwa Autopsy: Dead Body Can Talk tak sekadar menawarkan formulasi horor thriller sebagaimana film lainnya yang bergenre sama. Lebih jauh dari itu, sutradara Ozan Ruz juga menawarkan lapisan-lapisan emosi dari dokter forensik Sumy Hastry Purwanti selama mengemban Amanah dan menjalankan tugas di lapangan.
Dari Dunia Forensik ke Layar Film
Berhadapan dengan banyak korban dan jenazah, Sumy Hastry Purwanti memiliki kepekaan yang tinggi dan ketelitian luar biasa dalam melakukan otopsi terhadap para kliennya tersebut. Satu hal yang menjadikan film ini penting adalah dimulainya penghormatan kepada mereka sekalipun yang sudah meninggal dunia. Melalui pemeranan Sumy Hastry Purwanti yang dijalankan secara apik oleh Masayu Anastasya, tokoh utama dalam film ini menyajikan sebuah fakta dan sikap yang harusnya diambil kepada mereka yang sudah meninggal.
Tiap jenazah pasti memiliki tanda-tanda yang mereka seakan-akan katakan kepada kita yang masih hidup. Lewat tanda-tanda itulah, dokter forensik dituntut tidak hanya memahami apa yang dihadapinya dengan ilmiah namun selalu ada sisi yang tak terpahami logika. Namun bagaimanapun, sebagaimana pesan film tersebut, rasio tetaplah harus dikedepankan ketika berhadapan dengan jenazah yang hendak diotopsi.
Film ini merangkai kisah perjalanan dokter forensic tersebut dengan apik dan menggugah. Tanpa kehilangan unsur mister dan horornya, film tersebut tetap menjalankan tugasnya sebagai penyampai pesan mereka yang sudah meninggal. Sekaligus mengajak kita merasakan adonan emosional seorang pekerja forensic ketika berhadapan dengan pekerjaan.
Karena latar belakang semacam itulah, Jingga Bag Konveksi membulatkan tekad untuk mensponsori film Autopsy: Dead Body Can Talk. Dalam Gala Premiere atau pemutaran pertama kalinya film, Jingga Bag Konveksi nampang dalam layar persembahan di akhir film.
Sebagai salah satu sponsor, Jingga Bag Konveksi berharap film Autopsy: Dead Body Can Talk dapat mencatatkan kesuksesan selama masa penayangannya di bioskop. Utamanya mampu mencatatkan perolehan jumlah penonton yang terus merangkak naik.
Dengan begitu, keberhasilan film juga dapat memberikan eksposure yang positif untuk branding dari Jingga Bag Konveksi. Melalui ini pula, semakin menegaskan bahwa kualitas produk dari Jingga Bag Konveksi sudah tak lagi bertaraf lokal melainkan juga sudah merambah di tingkat nasional.
